Semua pakaian berasal dari sebuah benang kusut yang tergulung kusut. Untuk mengubahnya menjadi kain yang sempurna untuk dibuat pakaian tentunta akan melewati beberapa hal dan proses yang sedemikian rupa yang tidak sebentar, termasuk saat penjahitannya. Jenis-jenis jahitan/rajutan yang populer dipasaran pakaian diantaranya:
- Benang 20s
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 18- sampai dengan 220 gram/m2 untuk jenis rajutan single knitt.
- Benang 24s
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 170 sampai dengan 210 gram/m2 untuk jenis rajutan single knitt.
- Benang 30s
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 140 sampai dengan 160 gram/m2 untuk jenis rajutan single knitt atau gramasi 210 sampai dengan 230 gram/m2 untuk jenis rajutan double knitt.
- Benang 40s
Biasanya dipakai apabila kita menghendaki ketebalan atau gramasi bahan kaos antara 110 sampai dengan 120 gram/m2 untuk jenis rajutan single knitt atau gramasi 180 sampai dengan 200 gram/m2 untuk jenis rajutan double knitt.
(Sumber: http://distro.indonesiapunya.com/seputar-kaos-distro/jenis-jenis-bahan-kaos)
Buat kalian yang maniak sama kaos distro rasanya bakal kurang afdol kalo cuma tau pake-lepas-cuci. Berikut ini pengetahuan dasar tentang rajutan atau jahitan kaos yang biasa kamu semua temuin di pasar, toko maupun mall.
- Single Knitt
Penggunaan bahan kaos hanya pada satu permukaan saja, artinya kaos tidak bisa digunakan secara bolak-balik (Pemakaian pada 2 permukaan). Rajutan jarum single ini cirinya rapat, bebahan padat, dan kurang lentur (Stratching). Sebagian besar produk kaos yang beredar di pasaran memakai rajutan jenis ini.
- Double Knitt
Double knitt atau interlock adalah teknik rajutan jarum dobel sehingga bahan kaos bisa digunakan secara bolak-balik. Jenis rajutannya tidak rapat, bahhan kenyal, lembut dan lentur. Produk kaos yang biasa memakai rajutan jenis ini adalah pakaian untuk bayi dan anak-anak.
- Pique atau Lacoste
Nama tekniknya adalah rajutan dengan texture, corak atau motif. Rajutan ini penggunaanya tidak bisa di bolak-balik. Jenis jaitan bertexture bulat, kotak atau menyerupai segitiga kecil. Sebagian orang menyebut bahan ini cuti, dan hanya lazim digunakan untuk polo shirt atau kaos berkerah lainnya. Sama dengan combed, kain pique atau lacoste dipasaran dapat dibedakan berdasarkan bahan dasarnya (Cotton, CVC atau Polyster), jenis benangnya (20s, 30s), serta corak rajutannya.
- Striper atau Yarn Dye
Ialah rajutan kombinasi benang warna (Yarn Dye). Penggunaan tidak bisa di bolak-balik (sama seperti single knitt dan pique/lacoste). Jenis rajutannya dapat berupa single knitt atau pun double knitt. Finishing harus terbelah. Orang awam menyebut bahan ini dengan sebutan bahan salur atau warna-warni. Bisa digunakan untuk produk kaos dewasa (Pria, Wanita, T-Shirt maupun Polo Shirt).
- Drop Needle
Drop needle adalah rajutan dengan variasi cabut jarum. Penggunaanya bisa di bolak-balik. Jenis rajutannya memiliki texture garis lurus vertikal, lembut, dan lentur. Produk kaos dengan rajutan ini banyak digunakan untuk Rib leher pada t-shirt, Ladies t-shirt body fit dan kaos singlet.
(Sumber: http://distro.indonesiapunya.com/seputar-kaos-distro/jenis-jenis-bahan-kaos, *edited)
- Cotton Combed
Sebutan bahan cotton combed itu diadakan untuk membedakan diri dengan bahan kain cotton carded. Bahan kain cotton combed memiliki tekstur yang lebih halus dan lembut ketimbang bahan cotton carded. Ini dikarenakan bahan combed benangnya disisir (combing) dan tidak hanya sekedar digaruk (carding). Sehingga kualitas kaos bahan kain cotton combed lebih halus, lembut dan nyaman dipakai jika dibandingkan dengan bahan cotton lainnya.
Sekilias, pada penampakan luar cotton combed serupa dengan cotton carded. Perbedaan yang sangat jelas akan terasa ketika bahan atau kaos itu digunakan, maka akan terasa perbedaannya dengan sangat jelas.
- Cotton Bamboo
Cotton bamboo adalah sebutan untuk bahan kain yang berasal dari pencampuran benang cotton (kapas) dengan benang bamboo (bambu). Dari segi harga bahan baku kainnya cotton bambooo lebih mahal dari cotton combed. Namun tenang saja, dengan harganya yang mahal cotton bamboo tetap berbanding lurus dengan kualitasnya. Cotton bamboo jelas lebih lembut, halus, sejuk dan nyaman ketika dipakai. Hampir semua outlet-outlet dan distro di jajaran mall maupun toko pinggiran telah menggunakan kaos berbahan bamboo sebagai bahan dasar produk kaosnya. Kelebihan dari bahan cotton bambu, diantaranya:
- Anti kuman dan bakteri, karena kuman yang berada di dalam serat bahan tersebut akan mati dengan sendirinya karena bahan alam yang dimiliki serat bambu;
- Daya serap lebih tinggi dari cotton combed;
- Menghilangkan bau tidak sedap;
- Fungsi menyerap air lebih tinggi dari pada cotton combed, karena di dalam serat bambu terdapat banyak pori-pori dengan cekungan yang lebih banyak serta daya kapilaritasnya yang tinggi daripada cotton combed; dan
- Fungsi super anti-ultraviolet, dimana cotton bamboo memiliki daya tembus serat sebesar 0,6% saja sedangkan combed memiliki daya tembus sebesar 25%.
- Cotton Supima
Sebutan bahan cotton supima berasal dari nama sebuah perkebunan kapas (pima) di Amerika. Kapas pima dianggap sebagai kapas terbaik di dunia. Kata "Supima" sendiri berasal dari singkatan "Superior Pima". Yang artinya benang cotton superior yang berasal dari kapas pima. Bahan baku benang supima sendiri memiliki sertifikat keasliannya.
(Sumber: https://kaoshakato.wordpress.com/article/, *edited)