Sabtu, 21 November 2015

Perilaku Konsumen

"Merupakan segala tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumi dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyuluhi tindakan itu."
(James F. Engel, dkk. 1968).
"Proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh dan menggunakan barang dan jasa."
(David L. London, dkk. 1984).
"Tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari penggalannya dengan produk, pelayanan dan sumber-sumber lainnya."
(Gerald Zalman, dkk. 1979).
Dari beberapa pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan jika perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau sebuah organisasi yang berhuungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomis yang dapat dipengaruhi ligkungan.
Untuk meneliti konsumen ada baiknya bagi kita untuk meneliti diri kita sendiri terlebih dahulu. Penelitian pada diri ini dilakukan karena tidak lain diri kita sendiri adalah seorang konsumen, karenanya apa yang difikirkan oleh kita sehari-hari ada kemungkinan difikirkan juga oleh orang lain. Untuk mempermudah meneliti diri kita sendiri hendaknya kita menggunakan teknik pertanyaan (question), berikut:
  • Siapa konsumen?
  • Apa yang menadi kebutuhan konsumen?
  • Kapan dan bagaimana konsumen membeli?
  • Dalam proses pembelian siapa pencetus inisiatifnya?
  • Siapa pembeli pengaruhnya?
  • Siapa pengambil keputusan dari pembeliannya?
  • Siapa yang melakukan proses pembelian?
  • Siapa yang kaan memakai produk yang dibeli?
Mengapa perlu mempelajari perilaku konsumen?
Berikut adalah beberapa hal mengapa sangat perlu bagi kita (terutama para advertiser muda) untuk mempelajari perilaku konsumen, diantaranya:
  1. Konsumen adalah "Raja"
    Masih ingat dengan statement "pembeli adalah Raja?" tentu saja. Pembeli sebagai sumber penghasilan para pengusaha produk dan jasa sudah seharusnya diperlakukan secara spesial, layaknya raja. Untuk itu betapa dibutuhkannya kita untuk mempelajari perilaku konsumen sehingga kita bisa tahu apa yang sedang diutuhkan oleh para konsumen, sumber pendapatan kita.
  2. Motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian
    Untuk memahami keinginan dan kebutuhan para konsumen tentu saja dibutuhkan data untuk memberikan bukti sebagai rujukannya. Oleh karenanya sebuah penelitian sangat dibutuhkan untuk membuktikan kebutuhan dan keinginan seperti apa yang diinginkan para konsumen.
  3. Perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui beberapa kegiatan dengan maksud tertentu
    Kegiatan pembelian dan penggunaan suatu barang atau jasa tentunya tidak lepas dari pengaruh sesuatu atau sebuah pihak. Karenanya kita harus cermat dalam mencari celah dan kesempatan "mencuri" pandangan konsumen.
  4. Bujukan dan pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara sosial selama semuanya dalam keadaan yang normal
    Selalu ingat untuk menampilakn sesuatu dengan sewajarnya saja. Selama sebuah iklan nantinya mengena rasanya cara kotorpun tidak diperlukan. Selama kita mengetahui dengan jelas apa yang sedang diinginkan konsumen, maka itulah yang akan kita keluarkan sebagai jurus pamungkas pengambil hati konsumen (tanpa berlebihan).

Copywriting

Copywriting merupakan sebuah seni menulis-penulisan pesan penjualan yang paling persuasif (menjual) dan kuat. Pesan yang disampaikan dalam copywriting haruslah mampu menarik perhatian (attention), ketertarikan (interest), keinginan (desire), keyakinan (conviction) dan tindakan (action) dari para konsumen.
Frank Jefkins, kreatifitas dalam iklan meliputi:
  1. Kreatif untuk menarik perhatian;
  2. Kreatif untuk memenagkan perhatian khalayak;
  3. Kreatif untuk membangkitkan minat-tindakan membeli; dan
  4. Kreatif untuk pemilihan, pengguanaan media yang paling efektif (menarik konsumen).
Prinsip-prinsip Dasar
Prinsip dasar dari copywriting diantaranya:
  1. Copywriting mengarah pada kegiatan ber-iklan;
  2. Copywriting identik dengan kemampuan, menghasilkan tulisan/teks;
  3. Copywriting sangat penting dalam eksekusi sebuah iklan;
  4. Cpywriting harus memiliki makna yang dalam (secara harafiah maupun psiklogis);
  5. Memadukan gaya bahasa faktual dan imajinatif;
  6. Untuk mendekatkan aspek emosional antara produk dan penggunanya;
  7. Harus bertanggung jawab; dan
  8. Memperhatikan aspek kejujuran.

"Iklan yang baik adalah iklan yang menjual."
- David Ogilvy
David Ogilvy - Source http://wordly.com.au/wp-content/uploads/2014/09/David-Oglivy.jpg

Jumat, 20 November 2015

Warna Panas dan Dingin

Warna merupakan unsur terpenting dalam desain grafis, karenanya sangatlah penting untuk mengetahui dan memahami arti dari warna itu sendiri sebelum kita menggunakannya. Lingkaran warna primer (warna utama) dan sekunder (warna kedua, campuran) dapat dibagi kedalam dua kelompok besar, yaitu kelompok warna panas dana kelompok warna dingin.
Panas dan Dingin - by uranium
Warna panas dan warna dingin merupakan dua unsur yang berbeda sifatnya dalam ilmu grafis. Warna panas memiliki sifat dinasmis, yaitu penuh semangat. Karenanya warna panas ini dapat menumbuhkan semangat kerja dan menunjukan keceriaan, mempunyai integritas tinggi, dan mudah menarik perhatian. Sedangkan warna dingin bersifat tenang dan menenangkan, oleh karenanya warna dingin ini cocok untuk suasana belajar atau nuansa ruang tidur untuk istirahat. Warna dingin mempunyai integritas yang rendah ketimbang warna panas dan menyejukan mata.
Menurut Marian L. David, dalam bukunya Design In Dress (1987: 135), mengatakan bahwa warna mempunyai asosiasi denga pribadi seseorang, diantaranya:
  • Merah
    Cinta, nafsu, kekuatan, berani, primitif, menarik, bahaya, dosa, pengorbanan, vitalis.
  • Merah Jingga
    Semangat, tenaga, kekuatan, gairah.
  • Jingga
    Hangat, semangat, muda, ekstrimis, menarik.
  • Kuning Jingga
    Kebahagiaan, penghormatan, kegembiraan, optimisme, terbuka.
  • Kuning
    Cerah, bijaksana, terang, bahagia, hangat, pengecut, penghianatan.
  • Kuning Hijau
    Persahabatan, muda, kehangatan, baru, gelisah, berani.
  • Hijau Muda
    Kurang pengalaman, tumbuh, cemburu, iri hati, kaya, segar, istirahat, tenang.
  • Hijau Biru
    Tegang, santai, diam, lembut, setia, kepercayaan.
  • Biru
    Damai, setia, konservatif, pasif, terhormat, depresi, lembut, menahan diri, ikhlas.
  • Biru Ungu
    Spiritual, kelelahan, hebat, kematangan, sederhana, rendah hati, keterasingan, terpilih, tenang, sentosa.
  • Ungu
    Misteri, kuat, supremasi, formal, melankolis, pendiam, agung (mulia).
  • Merah Ungu
    Tekanan, drama, terpencil, penggerak, teka-teki.
  • Coklat
    Hangat, tenang, alami, bersahabat, kebersamaan, tenang, sentosa, rendah hati.
  • Hitam
    Kuat, duka cita, resmi, kematian, keahlian.